Tampilkan postingan dengan label Duncan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duncan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Uji Kontras Helmert

Pada penelitian eksperimen, kita dapat jumpai uji kontras. Berbagai teknik dapat dilakukan untuk menguji hal itu, salah satunya adalah Uji Helmert. Uji ini hampir sama dengan posthoc yakni uji pasca Anova. Hanya jika dalam uji post hoc, misalnya DMRT (duncan), kelompok yang dibandingkan adalah head to head (antar kelompok), sedangkan pada uji kontras Helmert kelompok yang dibandingkan adalah level dengan later.
Level menunjukkan kelompok yang diuji, sedangkan later menunjukkan rerata kelompok lain.

Misalnya ingin menguji Level dengan later maka yang sedang diuji adalah kelompok 1 dengan rerata kelompok 2,3 dst. Dalam uji helmert ini tidak menguji hasil interaksi antar parameter perlakuan (variabel bebas atau independent).

Sabtu, 07 Desember 2013

Anacova

Analysis of covariance (Ancova) merupakan teknik analisis untuk menguji pengaruh variabel treatmen terhadap variabel terikat dengan ada variabel bebas lain yang dikendalikan. Variabel yang dikendalikan ini bertujuan untuk menyamakan homogenitas kelompok dalam variabel perlakuan yang diuji. 

Multivariat analysis of anova (Manova) merupakan teknik analisis statistik yang bertujuan menguji pengaruh variabel bebas (treatmen) yang berjumlah satu atau lebih dengan variabel terikat yang berjumlah dua atau lebih. Teknik analisis ini masih jarang dipakai karena desain penelitian yang ini memang masih cukup jarang digunakan.

Mancova merupakan gabungan dari keduanya. Yakni ada variabel bebas, variabel covariate, serta variabel terikat lebih dari satu. Teknik ini banyak digunakan untuk penelitian eksperimen. Teknik analisis ini sering digunakan untuk jenis penelitian eksperimen.

Minggu, 28 Oktober 2012

Tentang "way" pada anova

Bulan ini saya beberapa kali memberikan konsultasi tentang pemilihan teknik statistik yang tepat untuk penelitian eksperimen. Berbagai macam desain experimen seperti one shot case study, pretest postest control design, randomized control trial (RCT) dan sebagainya dipilih untuk dilakukan penelitian. 

Pertanyaan yang dilontarkan cukup bervariasi, mulai dari belum mengetahui sama sekali, salah konsep, cukup mengetahui atau sekedar konfirmasi/second opinion. Menarik untuk saya bahas di sini adalah tentang salah konsep dalam memahami "way" dalam anova.

Dari hasil diskusi tersebut dapat saya simpulkan bahwa kesalahan yang sering membuat kacau adalah memahami "way" sebagai jumlah kelompok dalam eksperimen.  Sebagai contoh, seorang peneliti akan melakukan penelitian efektivitas pembunuh jentik nyamuk dengan tiga kelompok yakni: kontrol, perlakuan 1 (konsentrasi 10%) dan perlakuan 2 (konsentrasi 20%). Dengan desain seperti ini, orang sering menyebut bahwa teknik analisis data yang digunakan adalah three way anova, karena ada tiga kelompok dalam penelitiannya. Pendapat itu tentu saja salah karena konsep "way" dikaitkan dengan faktor/jenis perlakuan/intervensi yang diberikan, bukan pada jumlah kelompok dalam penelitian.

Oleh karena itu, pada contoh kasus di atas, teknik analisis yang tepat adalah one way anova. Alasannya adalah karena hanya ada satu jenis perlakuan yang diberikan yakni konsentrasi (kontrol, 10%, 20%). Demikian juga dengan desain eksperimen yang lain seperti RCT, RPT, RBD dan sebagainya kita hanya perlu mengidentifikasikan berapa jenis perlakuan/intervensi yang diberikan terhadap obyek.