Tampilkan postingan dengan label E-Views. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E-Views. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Grafik cantik

Dalam SPSS, Anda dapat membuat grafik interaktif yang menunjukkan hubungan antar dua variabel. Grafik ini akan memudahkan untuk memberikan intepretasi terhadap klasifikasi hubungan dua variabel. Sebagai contoh, lihat grafik cantik berikut:


Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak menjamin penurunan tingkat kemiskinan (%penduduk miskin). Untuk mengujinya, dapat dibuat grafik sebagaimana contoh di atas. Berdasarkan gambar di atas dapat diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan dapat menekan angka kemiskinan adalah Kecamatan Simangumban.


Sabtu, 02 Juli 2011

Pengujian Hipotesis


Pengujian Hipotesis Menggunakan Output SPSS

Proses pengujian hipotesis dengan statistik inferensial secara umum dapat digambarkan sebagai berikut;
Hipotesis yang akan diuji adalah H0. Pada dasarnya pengujian hipotesis adalah menguji taraf signifikansi. Dengan menggunakan tabel kita akan mendapatkan angka teoritis dari suatu distribusi, misalnya F, t,r. Secara konvensional semua hasil olahan statistika harus dibandingkan dengan nilai tabel. Setelah semua data dimasukkan dalam rumus–rumus statistika akan didapat nilai hitung. Dari tabel ini akan ditentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak dengan kaidah yang berlaku. Pada pelaksanaan uji analisis nanti peneliti harus cermat dan hati–hati karena kaidah bandingan dengan tabel ini ada yang terbalik.
Maksud kaidah yang terbalik ini misalnya, untuk menguji asumsi penelitian, misalnya asumsi klasik, keputusan terkena atau tidaknya asumsi adalah jika H0 diterima tetapi jika melakukan uji hipotesis yang kita butuhkan adalah penerimaan Ha.
Menginterpretasikan output SPSS kita menguji hipotesis dengan tidak perlu membandingkannya dengan harga teoritis (tabel). Komputer akan melakukan pengujian H0 kemudian komputer akan melaporkan hasil apa adanya. Analis/penelitilah yang harus memutuskan apakah menerima atau menolak H0. Statistik inferensial pada prinsipnya hanya menguji apakah H0 diterima atau seberapa besar hasil penelitian kita dapat digeneralisasikan. Menerima H0 berarti menolak Ha atau sebaliknya.

Pedoman yang Digunakan untuk Menyimpulkan Hipotesis

Cara menyimpulkan apakah menerima atau menolak adalah dengan berpedoman pada berapa tingkat signifikansi yang dipatok peneliti, misalnya 5 atau 1%. Setelah menetapkan taraf signifikansi yang dikehendaki peneliti hanya melihat berapa nilai “sig.”  yang dikeluarkan oleh SPSS.  Nilai “sig.” terkadang sering disebut dengan p-value.
Misalkan peneliti telah menetapkan bahwa akan menggunakan taraf signifikansi 5%, yang diubah dalam bilangan desimal adalah 0,05. Kemudian peneliti melakukan analisis data menggunakan SPSS dan didapatkan nilai sig. 0,025. Untuk memutuskan hipotesis apakah menerima atau menolak H0 peneliti tinggal membandingkan nilai taraf signifikansi “sig.” yang didapatkan dengan hasil analisis SPSS. 0,05 > 0,025 oleh karenanya dapat diputuskan H0 ditolak dan  Ha diterima. Secara umum kaidah penerimaan hipotesis nol (H0) menggunakan SPSS adalah sebagai berikut:
·            Jika nilai sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
·            Jika nilai sig > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Sabtu, 25 Juni 2011

Sejarah metode kuantitatif


Metode kuantitatif berkembang pertama kali sebagai metode ilmiah. Metode ilmiah pertama kali dikembangkan oleh para manajer di Eropa. Metode ini antara lain adalah metode time and motion study oleh Frederick Taylor pertama kali sekitar tahun 1930-an. Metode ini mempelajari keefisienan dalam proses produksi perusahaan. Metode ini berkembang menjadi penelitian operasional yang menjadi salah satu bidang kajian ilmu manajemen. Saat ini penelitian operasional sudah berkembang pesat mulai dari perencanaan produksi sampai pelaksanaan. Misalnya teori tentang linear programming, teknik forecasting, teori permainan, teori simulasi, teori antrian dansebagainya.
Metode kuantitatif kemudian berkembang dalam ilmu psikologi. Dalam ilmu psikologi berkembang percobaan-percobaan tentang perilaku manusia.  Ditemukan juga rumus anova. Selain itu juga berkembang analisis regresi yang dikembangkan sosiolog. Metode yang terakhir adalah metode ekonometrik yang berkembang tahun 1970-an. Sampai saat inipun alat analisis statistic masih terus berkembang dan dipelajari.
Metode kuantitatif berkembang pesat sejak ditemukannya berbagai alat ukur penelitian. Alat ukur pertama kali hanya dikenal pada benda-benda fisik seperti ukuran berat (kg, ons, pon, gram dll) ukuran jarak/tinggi (km, m, cm, inchi, mm dll) maupun ukuran panas (Celcius, Fahrenheit dll). Sekarang ini telah berkembang berbagai bentuk pengukuran bidang ilmu social yang mendasari kuantifikasi ilmu-ilmu social. Alat ukur yang dapat dijadikan parameter tersebut antara lain adalah pengukuran sikap menggunakan skala Likert; pengukuran indicator ekonomi menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB), Pendapatan Perkapita (GNP), laju inflasi, nilai tukar mata uang. masih banyak pengukuran bidang ilmu social lain yang sudah tersedia sekarang ini.
       Jalan menuju metode kuantitatif semakin mudah karena Peneliti jaman sekarang tidak perlu kesulitan untuk melakukan penganalisisan data hasil penelitian. Sejak tahun 1980-an telah berkembang software yang memungkinkan peneliti melakukan analisis data kuantitatif secara cepat dan tepat. Pada fase ini perkembangan analisis data menjadi pesat dengan ditemukannya teknik statistic multivariate. Penelitian dengan aplikasi multivariate apalagi melibatkan banyak responden akan sangat terbantu dengan software computer. Untuk melakukan analisis data statistic hanya dibutuhkan waktu kurang dari 5 menit dengan software statistic seperti SPS, SPSS, Minitab, Amos, POM, Lisrel maupun software lain yang kurang popular.