Tampilkan postingan dengan label Kuliah di Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah di Australia. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2021

Alternatif Penghasilan di Luar Negeri

 Banyak cara untuk menghasilkan dollar di Sydney. Salah satu cara yang kami lakukan adalah dengan menjadi responden penelitian. Di kampus pasti banyak yang melakukan penelitian. Karena kami tinggal di dekat kampus maka tidak perlu biaya transportasi jika dibutuhkan ke kampus. Untuk menjadi responden yang dibayar, biasanya upah yang didapatkan antara $20-$60 per jam. Tergantung penelitiannya. Jadi kita harus pintar-pintar mencari penelitian yang mau membayar kita.

Di masa pandemi ini, ada yang mewawancarai via online, jadi tidak harus repot-repot datang ke suatu tempat. Cara ini juga cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris. Untuk menjadi responden dituntut untuk dapat mendengar dan berbicara untuk merespon pertanyaan peneliti. Itu artinya kemampuan listening dan speaking akan makin meningkat. Jadi, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Senin, 11 Januari 2021

Analisis biaya kuliah di luar negeri, untung atau nombok?

Perhitungan ini didasarkan pada pengalaman kami. Kondisi kami kira-kira seperti berikut ini. Kuliah S3 di UNSW Sydney. Satu keluarga yang berangkat, 1 kuliah, 1 pasangan, dan 1 anak balita. Beasiswa selama tiga tahun. Uang bulanan $2000/bulan untuk tahun pertama, $3000 untuk tahun kedua dan ketiga. Sekarang mari kita hitung pendapatan dan pengeluaran.

Pendapatan tahun pertama $2000 dikalikan 12bulan yakni $24.000. Tahun kedua dan ketiga $3000 dikalikan 24bulan yakni $72.000. Jumlah total sebesar $96.000 selama tiga tahun. Dengan kurs 1UAD=Rp.10.728,53 pada 24 Desember 2020. Maka total pendapatan yang diterima Rp.1.029.938.880, atau satu milyar rupiah lebih sedikit. Masih ditambah dengan tunjangan kedatangan sebesar $4000. Jumlah ini sangat banyak jika dibelanjakan di kota kecil semacam Solo, Jogja, atau Purwokerto. Tetapi apakah juga cukup untuk dibelanjakan di Sydney? Ayo kita lanjutkan pembahasan. 

Pengeluaran pertama yang harus dibayar sendiri dan tidak diganti adalah asuransi kesehatan. Upgrade dari single ke family. Biaya yang dikeluarkan $12.000 ini sudah yang paling murah. Biaya berikutnya visa dan tiket pesawat untuk dua orang yang tidak ditanggung pemberi beasiswa, masing-masing $528 dan $900. Biaya persiapan meliputi beli koper besar, makanan (macam mie instan, cemilan dll), sabun, odol, obat dll. sekitar $200. Sampai di Sydney kami menumpang di apartemen bisa gratis, tapi kami iuran $400 untuk sekitar 15 hari. Total biaya persiapan $12.000+$528+$900+$200+$400=$14.028.

Berikutnya apply rent untuk kontrakan dengan bond $1940 senilai empat minggu ngontrak. Berikutnya bayar $485/minggu, atau $25.220 untuk satu tahun. Biaya listrik $2.85/hari atau $85.5/bulan atau $1026/tahun. Biaya pulsa & internet data $80 untuk 35 hari atau sekitar $800/tahun. Belanja sayur lauk dll $400/bulan, tidak termasuk baju, atau $4800/tahun. Total biaya hidup selama satu tahun $25.220+1026+800+4800=$31.846.

Total biaya persiapan dan hidup setahun  $14.028+31.846= $45.874. Total pendapatan tahun pertama $24.000+4000= $28.000. Jadi untuk tahun pertama ini lebih besar pasak daripada tiang. Pendapatan $28.000-$45.874= -$17.874. Alhasil minus $17.874 atau sekitar Rp.180 juta. Masih ditambah harus menyediakan uang bond kontrakan $1940 yang akan dikembalikan setelah kontrakan berakhir. Dengan catatan tiga orang ini hanya belajar dan tidak bekerja (mendapatkan uang lain). Jika ada yang bekerja maka perhitungan menjadi lain. 

Kita lanjutkan dulu menghitung sampai tahun ketiga. Pendapatan akan meningkat menjadi  $72.000 untuk 2 tahun (24 bulan). Pengeluaran dianggap saja tetap $31.846 setahun atau $63.692. Atau surplus $8.308 selama dua tahun. Jadi dalam perhitungan kami selama tiga tahun kuliah akan mengalami minus (defisit) -$17.874+$8.308= -$9.566. Jika 1AUD=Rp10.000 maka defisit yang dialami mencapai lebih dari Rp95 juta. Berarti dengan gaya hidup seperti di atas maka penerima beasiswa akan nombok.

Tentu defisit ini dapat dikurangi dengan mencari kontrakan yang berbiaya kurang dari $350/minggu. Kontrakan apartemen kurang dari $350/minggu masih ada tetapi jarang ya. Namun jika mencari kos-kosan (sewa 1 kamar tidur saja) sebenarnya cukup mudah. Jika dapat kontrakan yang berbiaya $300/minggu maka biaya hidup perbulan sekitar $1765,5 atau kontrakan $350/minggu maka biaya hidup perbulan menjadi sekitar$1965,5. Jumlah ini masih lebih kecil dari jatah hidup sebulan $2.000, yang artinya tidak nombok.

Upaya untuk tidak nombok dan malah mendapatkan keuntungan dapat dilakukan dengan cara salah satu anggota keluarga bekerja selama di Sydney. Pekerjaan sampingan di Sydney ini cukup banyak dan realistis untuk mendapatkan $2.000/bulan. Anggap saja dapat bekerja selama 30bulan dari 36 bulan tinggal di Sydney dengan penghasilan $2.000/bulan maka terkumpul $72.000. Yang artinya kita akan untung $62.434 atau lebih dari Rp.620 juta. 

Jadi untung atau nombok selama kuliah di Sydney ini tergantung tingkat usaha dan keberuntungan kita. Usaha untuk mencari kontrakan apartemen yang murah seraya mencari pekerjaan sangat menentukan untuk/nombok. 


Kamis, 10 Desember 2020

Subsidi Childcare

Childcare biasanya kita kenal dengan istilah penitipan anak, atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Di Indonesia, biaya untuk menyekolahkan anak di PAUD bervariasi, dari yang murah sampai mahal. Akan tetapi, tidak ada subsidi yang diberikan untuk orangtua anak.

Di Sydney, childcare semuanya mahal. Tidak ada yang murah. Berdasarkan survei di lingkungan sekitar tempat tinggal kami, paling sedikit dibutuhkan biaya $108/hari. Akan tetapi anak kami eligible untuk yang berbiaya $117. Kami tinggal di Suburb Kingsford Sydney. Sementara yang paling mahal $160. Dengan kurs $1 AUD=Rp.10.000 tinggal pusing yang ada di kepala. Akan tetapi, biaya itu mendapat subsidi untuk pemerintah bagi anak yang orangtuanya citizen. Subsidi yang diberikan sampai 90%. Wow sekali kan.

Bagi kami temporary resident, maka biaya masuk childcare ini tidak masuk akal. Waktu itu saya bekerja dengan upah minimum, yakni $19.5/jam sehingga total sehari mendapatkan $156. Dipotong pajak sekitar 13%. Dalam dua minggu berpendapatan $1325 atau $132.5/hari. Maka jika tiap hari akan mendapatkan sisa $132.5-$117=$15.5. Masih dipotong transport, naik bus, sebesar $7.2. Maka penghasilan yang tersisa $7.8 saja. Dapet capek doang kan.

Jadi terjawab sudah penasaran saya selama di sini, mengapa tidak ada anak balita yang main di sekitar rumah mereka? karena mereka masuk ke Childcare. Selain juga karena alasan keamanan ya. Kasus penculikan, hingga kecelakaan lalu lintas. Dengan subsidi 90% maka biaya yang ditanggung oleh orangtua menjadi sangat murah! bagi Australia's citizen tentunya. 

Bagi mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa AAS (ADS) dari pemerintah Australia, dia dapat mengajukan subsidi Childcare melalui Centrelink. Besarnya subsidi yang didapatkan sekitar 80% dari tarif. Misalnya tarif Childcare per hari $108, maka biaya yang harus dibayar oleh orangtua adalah sebesar $21,6. Sisanya akan diberikan subsidi oleh Australia.