Tampilkan postingan dengan label Konsultasi tesis/disertasi jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultasi tesis/disertasi jogja. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Oktober 2018

Analisis yang terlalu sederhana

Seorang teman mengomentari ujian terbuka promosi doktor yang baru saja dihadirinya. Katanya, "ini sederhana banget lho". "Analisis gini aja sudah bisa jadi doktor", tambahnya lagi. Penasaran dengan perkataan itu, saya meminjam untuk membaca secara lebih detail ringkasan disertasi yang dihadirinya itu. Sekilas membaca ringkasan itu, saya berkomentar lha pantas saja sudah sederhana diluluskan karena kuliah sudah 6 tahun! Belum mungkin banyak cerita di balik proses pembimbingan yang mungkin sangat amat mengharukan. Jadi sekali lagi, pantas saja sudah diluluskan.

Mungkin kalau kuliah baru 4 tahun akan beda ceritanya. Jadi seorang mahasiswa dapat lulus itu salah satu faktornya adalah sudah terlalu lama kuliah. Dengan kata lain kuliahnya sudah melebihi batas masa studi. 

Faktor lain tentu ada juga, misalnya karena kedekatan dengan dosen. Misalnya ada mahasiswa yang membangun kedekatan dengan dosen dengan cara memfasilitasi ketika dosennya sendang tugas di Jakarta. Mulai dari penjemputan, sampai pengantara kembali ke bandara. Maka ketika ujian skripsi hanya perlu 10 menit untuk dinyatakan lulus.

Kamis, 15 Februari 2018

Memilih analisis statistika multivariat

Seorang mahasiswa melakukan penelitian dengan beberapa variabel bebas. Setelah selesai melakukan analisis data bivariat, maka dirasa perlu untuk melanjutkan ke analisis multivariat, karena perlu melihat variabel apa yang paling dominan. Sampai di analisis bivariat masih berjalan dengan baik-baik saja, tetapi saat sampai di multivariat masalahnya baru muncul, karena kebinggungan untuk memilih analisis statistika yang sesuai.

Kebinggungan muncul karena tidak ada teknik analisis yang sesuai dengan data yang dimilikinya. Jika menggunakan analisis regresi linier berganda, tidak sesuai dengan analisis bivariatnya. Jika menggunakan analisis regresi logistik, tidak sesuai dengan data yang didapatnya. Oleh karena itu, diperlukan penelusuran jenis data dan kekonsistensian dalam pemilihan teknik analisis statistika.

Jumat, 15 Desember 2017

Universitas Global Mandiri cabang Youtube

Belajar bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Belajar juga harus dilakukan sepanjang hidup. Hari ini belajar untuk hari ini, esok kita belajar untuk hari itu, begitu seterusnya. Tentu saja belajar di sini tidak seperti anak sekolahan yang masuk kelas dan mendengarkan apa kata bapak/ibu guru.

Pada zaman now ini, sangat banyak media untuk belajar. Salah satu yang jamak dilakukan oleh masyarakat adalah belajar dari Youtube. Apa saja dapat dipelajari di sini. Belajar agama dari Youtube sehingga kita mengenal ustad atau kyai Youtube. Belajar membuat modifikasi mesin sehingga kita mengenal insinyur Youtube. Belajar berenang dari Youtube. Anak SMA belajar bimbel dari Youtube. Petani belajar menanam cabe dengan Youtube. Sampai dukun mengobati pasien dengan bantuan Youtube.

Hal ini tentu sangat membantu siapa saja untuk dapat belajar sepanjang hayatnya, sepanjang dapat mengakses Youtube. Dengan kemudahan ini, kita tidak harus belajar di Fakultas Media Sosial jurusan Meme untuk dapat membuat Meme. Tetapi kita dapat mendaftarkan diri di depan gadget kita masing-masing dan belajar hingga menjadi sarjana di universitas global mandiri.

Selasa, 11 Oktober 2016

Profesi Ini Diramal Akan Populer 10 Tahun Mendatang

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, profesi yang banyak dicari atau diminati pun kerap berganti. Banyak pula bermunculan pekerjaan-pekerjaan baru untuk memenuhi kebutuhan pasar serta menyediakan solusi permasalahan di masyarakat. Sebagai orang yang selalu ingin meningkatkan karier, Anda pun perlu mengetahui. Tak perlu selalu diikuti, informasi itu pun bisa dijadikan sekadar pengetahuan atau motivasi untuk menyiapkan diri.

2. Profesor Freelance
Menurut futurist dan desainer strategis bernama Joe Tankersley, sistem edukasi di masa depan bakal berubah. Para murid tidak akan terlalu bergantung dengan guru atau dosen karena bisa belajar dengan cara e-learning. Untuk itu, banyak dibutuhkan profesor yang bekerja secara lepas. "Ada kebutuhan besar akan profesor freelance yang independen karena pengajar bergerak ke arah on-demand," ungkap Joe.

4. Petani Urban
Petani mungkin menjadi pekerjaan yang tidak diminati di masa sekarang. Namun dalam 10 tahun ke depan, petani bisa jadi profesi yang banyak dicari pasar. Apalagi jika petani tersebut bisa menangani situasi di zaman yang semakin urban. "Semakin banyak orang tinggal di area urban dan kesadaran akan dampak negatif dari pertanian industrial meningkat. Akan ada permintaan untuk pilihan yang lebih lokal dan berkelanjutan," kata Joe.
sumber: http://wolipop.detik.com

Kami "GRHA STATISTIKA" menyediakan pengajar on-demand yang membantu Anda mahasiswa S1-S2-S3/peneliti  untuk belajar aplikasi statistika dalam penelitian. Baik secara privat maupun klasikal. Waktu belajar/pelatihan dapat menyesuaikan dengan kesibukan.

Minggu, 19 Juni 2016

Ternyata kita lebih takut tidak barokah dibandingkan melakukan suatu perbuatan dosa

Oleh: Agus S Kartajaya
Tidak sulit bagi pembaca untuk tersentuh dengan sebuah tulisan yang ditulis salah seorang motivator dan pengusaha di Yogyakarta, Saptuari. Tulisan tersebut berkisah tentang kebarokahan rejeki. Al kisah, ketika ada di area parkir, si petugas parkir membebankan biaya parkir lebih dari tiga kali lipat dari tarif seharusnya. Menghadapi hal itu, petugas parkir segera diingatkan tentang kebarokahan. Al hasil, si petugas parkir pun mengembalikan kelebihan tarif dari yang seharusnya. Ternyata kita takut untuk mendapatkan rejeki yang tidak barokah. 

Lucu sekaligus heran saat saya membaca berita razia cipta kondisi di suatu daerah. Daerah tersebut menggelar razia PSK di berbagai hotel/penginapan. Hasilnya, Tertangkap seorang PSK yang melayani lelaki hidung belang yang si PSK mengaku masih menjalankan puasa sampai saat itu (sehabis bercinta dengan pelanggannya). Lucu ya karena orang yang bercinta di siang hari jelas batal puasanya, apalagi bercinta dengan bukan suaminya! jelas-jelas batal puasanya plus mendapatkan banyak dosa. Tentu saja saya heran terhadap wanita ini, karena dia kok bisa mengaku masih puasa? Mungkin jawabannya adalah karena dia "terpaksa" membuat dosa karena takut tak mendapatkan rejeki. Tebakan ini saya dasari fakta dia ingin tetap berpuasa (menjalankan kewajiban) tetapi juga tidak ingin tidak memiliki pendapatan (rejeki). 

Kedua cerita tersebut sama-sama berdosa, akan tetapi ternyata kita lebih takut tidak barokah dibandingkan melakukan suatu perbuatan dosa.

Kamis, 11 Februari 2016

Baron and Kenny's Model



The mediated regression approach follows the guidelines as outlined by Baron & Kenney (1986). Their analyses require three separate equations to be estimated. The first equation involves regressing the mediator variable on the predictor variable. The second equation entails regressing the criterion variable on the predictor variable. Finally, the third equation involves regressing the criterion variable concurrently onto the predictor variable and the mediator variable.
Furthermore, Baron and Kenny (1986) outlined four conditions that must be met:
  • Condition 1. The antecedent/predictor variable must be significantly related to the mediator
  • Condition 2. The antecedent/predictor variable must be significantly related to the criterion variable
  • Condition 3. The mediator variable must be significantly related to the criterion variable
  • Condition 4. The effect of the predictor variable must be less in equation three than in equation two.
Full mediation is achieved when the predictor variable influences the criterion through the mediator. In terms of the regression equation, the beta weight for the predictor is significant in equation two but non-significant in equation three when the mediator is controlled for. Partial mediation is achieved when the predictor variable influences the criterion variable through the mediator indirectly and directly. Baron and Kenny (1986) argue that partial mediation warrants a conclusion of a mediation effect as it is unrealistic to eliminate the relationship between the predictor variable and the criterion variable totally (p.1176).

Sabtu, 02 Mei 2015

Sulit memahami statistik? Ikut pelatihannya



Bagi seorang calon peneliti atau peneliti (guru, dosen, analis, peneliti di lembaga penelitian, LSM, perusahaan dll) penguasaan teknik analisis adalah penting. Peneliti tanpa kemampuan menganalisis membuat penelitian yang dilakukan tidak bisa maksimal dalam mengeksplorasi informasi yang tersedia. Teknik analisis terkait langsung dengan metode penelitian yang digunakan. Untuk metode penelitian bisa dibaca di buku-buku yang ada. Untuk teknik analisis, sering kali memerlukan latihan dan diskusi untuk memahaminya. Teknik analisis khususnya kuantitatif dengan statistik memang susah-susah-gampang, diperlukan latihan yang cukup untuk memahaminya.
Karena susah-susah-gampang maka peran fasilitator pembelajaran cukup penting. Fasilitator pembelajaran akan dapat dijadikan tempat untuk berdiskusi dan mengkonfirmasi konsep yang telah dipelajari. Fasilitator pembelajaran juga bagi sebagian orang dapat membuka pintu gerbang pemahaman statistik yang lebih mendalam. Sering kali orang hanya kesulitan di awal saja, setelah itu semuanya lancar.
Fasilitator pembelajaran dapat Anda dapatkan dari berbagai kesempatan, salah satunya adalah acara pelatihan statistik untuk aplikasi analisis data penelitian kuantitatif. Pelatihan statistik yang dikemas berdasarkan paduan antara teori dengan praktek mengoperasionalkan software pantas untuk menjadi pilihan. Hal ini karena saling terkaitnya antara software, statistika dan metode penelitian. Ketika tiga hal itu dikuasai, maka akan lebih mudah Anda untuk memahami statistik.
Ayo segera ikuti pelatihan SPSS tanggal 25 April jam 8.00 di SC UNY. Biaya 90 ribu dengan bonus buku “Cara Mudah Belajar SPSS & Lisrel” karya Prof. Sugiyono. Hubungi kami segera.

Sabtu, 27 September 2014

Antiklimaks

Akhir-akhir ini produk otomotif di negeri mengeluarkan produk penyegaran. Honda Jazz, Toyota Yaris, Hyundai dan sebagainya mengeluarkan produk penyegaran dari produk mereka. Akan tetapi apa yang kita lihat justru suatu antiklimaks dari produk penyegaran sebelumnya. Bisa kita lihat bahwa produk baru ini justru oleh sebagian orang dianggap lebih jelek (desainnya) dibandingkan produk sebelumnya.

Jumat, 15 Agustus 2014

Lagi, ada kegalauan korelasi atau komparasi.

Para peneliti, khususnya mahasiswa, dari jurusan ilmu-ilmu kesehatan masih ada yang mengalami kegalauan untuk memilih teknik analisis dalam kelompok korelasi atau komparasi? teknik analisis yang jadi alternatif misalnya ingin korelasi Spearman, Gamma, Lamda, atau Chi Square?

Seperti kita tahu bahwa  Spearman, Gamma, Lamda merupakan teknik korelasi, sedangkan Chi Square merupakan teknik uji beda atau komparasi.

Senin, 19 Mei 2014

Pengantar Metode Eksperimen (2)


Menurut Sukardi (2005: 179) metode penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang produktif, karena jika penelitian tersebut dilakukan dengan baik dapat menjawab hipotesis yang utamanya berkaitan dengan hubungan sebab akibat. Dengan demikian tentu saja penelitian eksperimen dimaksudkan untuk menguji suatu hipotesis, diterima atau ditolaknya hipotesis itu tergantung pada hasil observasi terhadap hubungan variabel-variabel pada objek eksperimen. Di samping itu, penelitian eksperimen juga merupakan salah satu bentuk penelitian yang memerlukan syarat yang relatif lebih ketat jika dibandingkan dengan jenis penelitian yang lainnya.


Metode eksperimen digunakan untuk pengembangan pengetahuan berdasarkan percobaan-percobaan yang dilakukan. Dengan kata lain tujuan dari eksperimen adalah meneliti pengaruh dari suatu kondisi terhadap suatu gejala (Hadi, 2004). Dengan perannya yang strategis, maka jenis eksperimen dapat digunakan sebagai alat untuk penelitian pengembangan (research and development). Dimana kita mengenal Thomas Alva Edison yang telah berhasil mengubah dunia dengan keberhasilan eksperimen-eksperimennya. 


Ide dasar penelitian experimen adalah mencoba sesuatu dan mengobservasi apa yang terjadi dengan sistematis (Fraenkel&Wallen, 1993: 241). Dalam penelitian eksperimen terdapat dua kelompok, yakni kontrol dan eksperimen. Kelompok eksperimen mendapatkan treatment sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan treatment (perlakuan).