Jumat, 01 Juli 2011

Pengukuran dalam penelitian kuantitatif


Pengukuran merupakan tahapan paling penting dalam penelitian kuantitatif. Alasannya adalah karena alat analisis kuantitatif tidak dapat membedakan data yang dimasukkan benar atau salah. Alat analisis kuantitatif adalah statistic yang mengenal prinsip “garbage in garbage out” atau masuk sampah keluar juga sampah, sehingga peneliti harus memastikan bahwa data yang dimasukkan adalah benar baik.
         Agar data yang didapatkan benar-benar baik maka dibutuhkan desain instrumen yang baik pula. Dalam menyusun instrumen dijabarkan dari definisi operasional sampai scoring yang akan diberikan untuk tiap jawaban. Scoring jawaban responden juga merupakan bagian tidak terpisahkan dari instrumen. Agar instrumen dapat mengukur dengan tepat maka dibutuhkan pengetahuan teknik dasar penyusunan instrumen, penguasaan definisi variable secara konseptual, pengetahuan keadaan lapangan dan diskusi dengan para ahli yang berkompeten.
Pembahasan akan dimulai dari mendefinisikan variable. Variable secara bahasa dapat dikatakan sebagai ubahan atau sesuatu yang dianggap dapat berubah. Variable dalam  pengertian metodologi penelitian adalah sifat, karakteristik, perilaku yang dapat diukur untuk dipelajari dengan metode ilmiah. Sering peneliti harus melakukan reduksi untuk mendapatkan pengertian sebuah variable.
          Pengukuran variable dimulai dari mendefinisikan variable dengan sejelas mungkin, proses ini dinamakan dengan definisi operasional. Definisi operasional tidak harus berdasarkan pada salah satu teori tertentu tetapi dapat dibentuk dari kompilasi dari teori yang ada. Definisi operasional akan berguna untuk membatasi penafsiran sidang pembaca sekaligus untuk menjabarkan variabel menjadi faktor/indikator. Tahapan selanjutnya adalah menentukan lagi penjelas dari faktor dimaksud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar